Jumat, 09 Maret 2012

Serang Polisi, Kubu John Kei Hadirkan Saksi Sekuriti dan Sopir

Jakarta Kuasa hukum John Kei menghadirkan tiga saksi dalam sidang praperadilan. Dari tiga saksi, dua orang kompak tidak melihat ada surat penangkapan yang dibawa oleh polisi saat menangkap John Kei di Hotel C'One, Jakarta.

Ketiga saksi tersebut adalah kasir restoran di Hotel C'One Veramita Deviananda, petugas keamanan Hotel C'One Berek Manis dan sopir Tito Kei, Yusuf Pakaubun.

Veramita yang tampil dengan blazer hitam dan rok mini hitam, mengaku tidak mengetahui penangkapan John Kei dan tidak mendengar adanya letusan senjata api dalam persidangan. Namun Veramita mengenal John Kei karena sebelum penangkapan, John Kei makan di tempat kerjanya dan ia tidak mengetahui proses penangkapan John Kei.

"Tidak pernah tahu penangkapan John Kei. Saya cuman tahu dari tv. Saya bisa mengenali John Kei dari kedatangannya ke restoran. Saya ketemu dia pukul 17.00 WIB di restoran sampai pukul 19.00 WIB. Setelah itu langsung keluar. Dia cuman minum makan dan nyanyi. Saya tidak tahu ada letusan (penembakan)," kata Veramita di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2012).

Sementara Yusuf memberikan kesaksian bahwa ia mendengar seseorang berbicara di telepon yang menanyakan keberadaan seseorang. Ia mengaku mendengar letusan senjata api dan tidak melihat adanya surat penangkapan.

"Saya cuman lihat ada orang lari masuk ke hotel bilang di telepon ketemu nggak ketemu ga? Matiin saja matiin. Terus dia lari ke kamar, terus nggak lama ada orang lain di telepon bilang sudah nggak usah dikerasin. Setelah itu ada suara tembakan. Setelah itu Tito Kei masuk dan melihat ternyata John Kei sudah diseret sampai mobil APV putih di halaman hotel. Saya tidak memperhatikan soal surat, kayaknya tidak ada," ujar Yusuf dalam persidangan.

Lalu Berek mengaku berada tidak jauh dari lokasi penembakan, karena ia berada di depan kamar 502 hotel C'One. Berek menyatakan bahwa polisi langsung menembak John Kei, Ketika John Kei menanyakan surat penangkapan.

"Jangan bergerak, terus John Kei angkat tangan langsung ditembak. Tidak ada surat-surat. Begitu ditembak langsung roboh. Diborgol terus diseret keluar setelah itu," ujar Berek, yang mengaku berasal dari Maluku dan mengenal John Kei sejak 1998, saat persidangan.

Sidang rencananya akan dilanjutkan sampai tanggal 12 Maret 2012 dengan agenda kesimpulan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management